WARDHANA, RIO FITRAH (2025) ANALISIS OLAH GERAK MV. MARE MAS SAAT BERLAYAR DI ALUR PELAYARAN SEMPIT DI SUNGAI SIAK GUNA MENGHINDARI TUBRUKAN. Diploma thesis, Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar.
|
Text
SAMPUL - BAB III.pdf Download (849kB) |
|
|
Text
BAB IV - LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
RIO FITRAH WARDHANA, NIT. 21.41.072, 2025, “Analisis Olah Gerak MV. Mare Mas Saat Berlayar di Alur Pelayaran Sempit Di Sungai Siak Guna Menghindari Tubrukan”, Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar, Pembimbing Joko Purnomo dan Fajrur Rahman. Dalam proses manuver kapal saat memasuki alur pelayaran sempit, diperlukan keterampilan khusus dan kewaspadaan tinggi dibandingkan ketika berlayar di laut lepas. Aturan P2TL, khususnya aturan 9 tentang alur pelayaran sempit, menekankan pentingnya menjaga posisi dan komunikasi untuk mencegah tabrakan. MV. Mare Mas pernah mengalami senggolan dengan TB. Argo 6 di Sungai Siak, yang menunjukkan adanya kelemahan dalam penerapan prosedur olah gerak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan olah gerak MV. Mare Mas saat berlayar di Sungai Siak, mengidentifikasi faktor internal (komunikasi dan kesiapan kru) serta faktor eksternal (arus, cuaca, dan pasang surut), serta mengevaluasi penerapan aturan P2TL tuntuk mencegah tubrukan. Penelitian ini dilaksanakan di MV. Mare Mas pada saat penulis melaksanakan praktik laut (PRALA) Oktober 2023 – Oktober 2024. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles & Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persiapan kru, komunikasi, serta penyesuaian kecepatan belum optimal saat MV. Mare Mas melakukan overtaking terhadap TB. Argo 6. Faktor cuaca buruk dan arus kuat turut memperbesar risiko senggolan. Penerapan P2TL, terutama Aturan 5 (pengamatan) dan Aturan 6 (kecepatan aman), belum dilaksanakan sepenuhnya, sehingga menyebabkan insiden. Oleh karena itu, peningkatan disiplin navigasi, optimalisasi komunikasi antar kapal, serta penyesuaian prosedur olah gerak sesuai kondisi perairan sempit sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang. Kata Kunci: Olah gerak kapal, Alur pelayaran sempit, P2TL, Tubrukan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Skripsi Skripsi > Nautika |
| Divisions: | Nautika |
| Depositing User: | Unnamed user with email perpustakaan@pipmakassar.ac.id |
| Date Deposited: | 22 May 2026 02:08 |
| Last Modified: | 22 May 2026 02:16 |
| URI: | http://eprints.pipmakassar.ac.id/id/eprint/1656 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
